Antropolog Pos

Selasa, 28 Februari 2012

Sejarah Munculnya Celana Dalam

Sumber:lasallian-forum.com

        Saat ini banyak sekali para masyarakat yang mengetahui apa yang dinamakan dengan celana dalam, namun sebelum berbicara mengena celana dalam banyak yang tertawa, geli, malu ketika membicarakan mengenai celana dalam. celana dalam adalah pakaian pelindung daerah terlarang kita. banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenaisejarah munculnya celana dalam. padahal celana dalam merupakan hal sebelum memakai yang terdekat dengan kita. sebelum memakai pakaian dan celana kita juga lebih dahulu memakai celana dalam, namun yang menjadi pertanyaan dalam tulisan ini adalah bagaimana awal kemunculan celana dalam ghingga saat ini menjadi sebuah trend dalam kehidupan masyarakat sehari-harinya. celana dalam pada awalnya bentuknya tidaklah seperti kain yang bentuknya segitiga, namun sebelum membahas mengenai perubahan bentuk celana dalam, saya akan mengulas sejarah munculnya celana dalam.
         Pada zaman dahulu, manusia purba tidak memakai celana dalam karena mereka hanya sibuk berburu dan beradaptasi dengan lingkungannya. baru ketika memasuki musim dingin, mereka menyembunyikan bagian rahasia mereka dengan memakai cawat (terbuat dari kulit). Cawat adalah bentuk yang paling sederhana pakaian dalam, melainkan mungkin Pakaian pertama kali dipakai oleh manusia. cawat mungkin memakan waktu tiga bentuk utama. Yang pertama, dan sederhana, hanyalah sebuah strip panjang bahan yang dilewatkan antara kaki dan kemudian sekitar pinggang. The Hawaii kuno malo formulir ini, seperti juga beberapa gaya fundoshi Jepang.cawat ini dipakai diantara kaki dan diikatkan ke pinggang. kemudian mereka beradaptasi akhirnya mampu membuat cawat yang terbuat dari kain.
          Memasuki abad pertengahan,wanita menutup cawat mereka dengan bahan kasar untuk menghangatkan tubuh, untuk pria memakai rok panjang yang terbuat dari kain wol. pada abad ke 15 para petarung Yunani maupun Roma menggunakan zirah yang terbuat dari besi sebgai penutup cawat. adapun samurai serta petarung sumo di Jepang yang sampai saat ini masih menggunakan cawat.
         Pria yang dikatakan memiliki cawat dikenakan di Yunani kuno dan Roma, meskipun tidak jelas apakah wanita Yunani memakai pakaian. Mosaik periode Romawi menunjukkan wanita Romawi (terutama dalam konteks atletik, sementara tidak ada yang memakai lagi) kadang-kadang memakai breastcloths dibungkus atau bra yang terbuat dari kulit yang lembut, bersama dengan cawat dan mungkin sesuatu seperti celana dalam.Wanita Yunani memakai empat persegi panjang kain wol dilipat dan ditempelkan bersama-sama dengan lubang untuk lengan dan kepala. Semua itu diikat menjadi satu di pinggang. Garmen ini disebut peplos. Menjelang akhir abad ke-5 beberapa wanita Yunani mulai memakai tunik linen panjang yang disebut sebagai chiton. Perempuan juga mengenakan jubah disebut himations. Mosaik periode Romawi menunjukkan wanita Romawi (terutama dalam cabang olah raga atletik, selain itu tidak ada yang memakai celana dalam) kadang-kadang memakai breastcloths dibungkus atau bra yang terbuat dari kulit yang lembut, bersama dengan cawat dan mungkin sesuatu seperti celana dalam. Wanita mengenakan gaun panjang yang disebut stola (jubah), mereka juga mengenakan selendang panjang yang disebut Palla (jubah atau cadar), serta pita yang terbuat dari kain atau kulit disekitar dada mereka yang disebut stophium (korset). Dari abad ke-16 wanita telah memakai korset yang dibuat dengan whalebone (tulang insang ikan paus) korset digunakan agar bentuk tubuh pemakainya menjadi terlihat lebih ramping. Untuk wanita ini biasanya menekankan sosok melengkung, dengan mengurangi pinggang, dan dengan demikian membuat payudara dan pinggul menjadi nampak lebih sempurna.
       Cawat olahraga diciptakan pada 1874 oleh CF Bennett dari sebuah perusahaan olahraga Chicago, Sharp & Smith, tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan dan dukungan untuk para pengguna sepeda yang senang bersepeda di jalur bebatuan Boston. Pada tahun 1897 baru terbentuk Bennett Bike Web Perusahaan dipatenkan dan mulai memproduksi massal Bike Jockey Strap. Sementara itu, pakaian dalam pria modern lainnya adalah sebagian besar penemuan pada tahun 1930-an. Pada tanggal 19 Januari 1935, Coopers Inc menjual celana dalam pertama di dunia di Chicago. Perusahaan ini membuat celana dalam berbentuk huruf Y dan terbang tumpang tindih di laci rajutan di kedua gaya pendek dan panjang. Mereka dijuluki desain yang “joki” karena menawarkan celana dalam yang sebelumnya hanya tersedia dari cawat olahraga tersebut. Perusahaan mulai menjual laci buttonless dilengkapi dengan pinggang elastis dan celana boxer pertama (celana pendek).
     Sementara itu, celana dalam perempuan menjadi lebih berwarna dan dekoratif, dan pada pertengahan enam puluhan juga tersedia dalam ukuran dua nomor lebih kecil dari ukuran yang sebenarnya dengan bikini yang dibuat dengan kain nilon tipis. Underwear sendiri mulai dikenal sebagai trend mode pada tahun 1970-an dan 1980. Pakaian dalam adalah sarana penghalang terakhir sebelum ketelanjangan, dan dengan demikian celana dalam berfungsi sebagai gatekeeper seks.

Sekilas Mengenai Perbankan

        Ketika berbicara mengenai Bank, banyak orang yang berfikir bahwa bank adalah tempat untuk menyimpan uang. tentunya bukan hanya itu. bank  merupakan Badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut   

         Secara Historis munculnya Kata bank berasal dari bahasa Italia yakni banca  yang berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tabungan, deposito dan giro.
           Simpanan tabungan merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat oleh pemilik tabungan atau lebih jelasnya disebut sebagai nasabah bank. berbeda dengan tabungan, untuk Deposito merupakan bentuk simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui telah berakhir. deposito bunganya lebih besar dibandingkan dengan tabungan. kemudian untuk simpanan giro merupakan simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek maupun bilyet giro. adanya simpanan giro inilah yang memunculkan adanya aktivitas kliring bank yang hanya boleh digunakan oleh bank umum saja dan untuk bank perkreditan rakyat tidak bisa melakukan aktivitas kliring ini. hal ini sesuai dengan aturan yang dibuat leh Bank Indonesia.