Pada blog saya kali ini akan membahas mengenai tema Antropologi Kampus. Sebelum masuk kemateri
bahasan kita pahami dulu definisi dari antropologi dan kampus itu
sendiri sehingga nanti mudah-mudahan kita dapat memahami materi ini .
Para ahli mendefinisikan antropologi sebagai berikut:
- William A.haviland.”antropologi adl studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keaneragaman manusia.”
- Koentjaraningrat “antropologi adl ilmu yang mempelajariumat manusia pada umumnya, dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyareakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
Dari
definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana antropologi yaitu
sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keneragaman fisik serta
kebudayaan(cara berprilaku ,tradisi, dan nilai-nilai)yang dihasilkan
sehigga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
Sedangkan
kampus, Banyak orang yang masih mengartikan sebagai suatu lembaga
pendidikan tinggi yang merupakan wahana dan sarana belajar mengajar,
pewarisan ilmu, dan pemberdayaan manusia, padahal disisi lain kampus
adalah salah satu pusat yang telah melahirkan kompleksitas ide atau
gagasan , aktivitas perilaku ,dan nilai-nilai insani manusia yang
bersumber dari budinya.yang diramu dari pengetahuan dan pengalamannya.
Kampus juga merupakan salah satu unsure kebudayaan.
Unsur-unsur
dari suatu kebudayaan dalam artian disini adalah budaya kampus kita tidak
dapat dimasukkan kedalam budaya kampus lain tanpa mengakibatkan
sejumlah perubahan pada kebudayaan itu. Tetapi haruslah dingat budaya
itu tidak selalu bersifat statis,ia selalu berubah. Tanpa adanya
gangguan dari kebudayaan lain atu asing pun dia akan berubah dengan
berlalunya waktu. Bila tidak dari luar akan ada individu-individu dalam
kebuyaan itu sendiri yang akan memperkenalkan variasi –variasi baru
dalam tingkah laku yang ahirnya akan menjadi milik bersama dan
dikemudian hari akan menjadi bagian dari kebudayaan tersebut. Dapat juga
terjadi karena beberapa aspek dalam lingkungan kebudayaan tersebut
secara lambat laun menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi
trsebut,.
Apabila
dilihat dari pengertian antropologi sendiri kemudian diterapkan dalam
kehidupan kampus jelas artinya adlah tujuan kita mempelajari antropologi
kampus agar kita mampu memahami tentang budaya-budaya kampus baik itu
cara berperilaku, tradisi dan nilai-nilai dalam dunia kampus tersebut.
Suatu
perubahan dalam kampus tidak akan terjadi apabila kita sebagi mahasiswa
tidak mampu mengexplor segala kemampuan kita sebagai wujud tanggung
jawab social sebagi mahasiswa.karena kampus hanyalah benda mati yang
tidak akan berbuat pada diri kita apabila kita hanya terdiam tanpa
berbuat apapun.
Dalam
meyikapi semua itu ada bermacam macam tipe mahasiswa yang ada dalam
dunia kampus yang sudah dijadikan budaya dan perilaku yang mana mereka
mempuyai alas an-alasan mengapa berperilaku seperti itu , mahasiswa itu
terbagi dalam kelompok antara lain sbg brikut:
1. akademis
2. agamis
3. apatis ( tidak mau tau )
4. hedonis (bersikap seenaknya sendiri)
5. kritis
dari
pengelompokan diatas jelas semuanya ada secara berdampingan tingaal
kita sendiri yang mampu menilai diposisi mana kita berada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar